October 2025

PROBLEM BASED LEARNING  DALAM PENDIDIKAN KEDOKTERAN: READINESS ASSESSMENT TEST (RAT)

coverdepan-belakang-PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENDIDIKAN KEDOKTERAN READINESS ASSESSMENT TEST (RAT) copy
coverdepan- PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENDIDIKAN KEDOKTERAN

  Buku ini membahas secara komprehensif penerapan Readiness Assessment Test (RAT) dalam Problem-Based Learning (PBL) pada pendidikan kedokteran. Pergeseran paradigma dari teacher-centered learning menuju student-centered learning mendorong mahasiswa untuk lebih aktif, mandiri, dan kritis. Problem-Based Learning (PBL) hadir sebagai metode pembelajaran berbasis kasus klinis nyata yang memadukan ilmu dasar dan ilmu klinis melalui diskusi kelompok kecil dengan fasilitator. Pendekatan ini terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan profesionalisme mahasiswa. Namun keberhasilan PBL sangat dipengaruhi oleh kesiapan belajar mahasiswa. Banyak peserta diskusi datang tanpa persiapan memadai sehingga kualitas pembelajaran menurun. Readiness Assessment Test (RAT) diperkenalkan sebagai tes formatif yang dilaksanakan sebelum diskusi untuk mengukur kesiapan tersebut.

   Readiness Assessment Test (RAT) terdiri atas dua tipe yaitu Individual RAT (iRAT) dan Group RAT (gRAT). Readiness Assessment Test (RAT) dapat membantu dalam menilai pemahaman awal mahasiswa, mendorong pembelajaran mandiri, memperkecil kesenjangan pengetahuan antaranggota kelompok, serta memberikan data awal bagi fasilitator mengenai tingkat kesiapan peserta. Readiness Assessment Test (RAT) memperkuat fondasi kognitif sebelum diskusi, menumbuhkan disiplin belajar, dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Penerapan RAT terbukti meningkatkan kualitas diskusi PBL, memacu mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan memperkuat komunikasi untuk kompetensi klinis. Buku ini juga menguraikan prinsip dasar PBL, pembelajaran mandiri, kolaboratif serta tantangan implementasi di fakultas kedokteran.

  Penulis menekankan bahwa integrasi RAT dalam PBL tidak hanya meningkatkan kesiapan belajar, tetapi juga menciptakan budaya pembelajaran yang aktif, reflektif, dan berbasis kompetensi. Dengan dukungan kurikulum, infrastruktur, dan pelatihan tutor yang memadai, RAT dapat menjadi strategi kunci untuk meningkatkan mutu pembelajaran kedokteran. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa keberhasilan PBL tidak hanya bergantung pada metode diskusi semata, tetapi juga pada instrumen pendukung, salah satunya RAT yang memastikan mahasiswa siap belajar sehingga hasil pembelajaran lebih optimal.

Penulis :

dr. Ida Bagus Amertha Putra Manuaba, S.Ked., M.Biomed., Ph.D

Editor:

dr. I Gusti Ayu Sri Darmayani, SpOG, MpdKed

dr. I Gede Putu Supadmanaba, M.Sc

dr. Made Violin Weda Yani, S.Ked

dr. I Wayan Gede Sutadarma, M.Gizi, Sp.GK

dr. I Gusti Ayu Harry Sundariyati, MHPE

dr. Anak Agung Bagus Putra Indrakusuma, S.Ked

Putu Ari Shanti Dewi, S.Ked

Kadek Meryndha Kumala Tungga

Reviewer : Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, MPhil.

Penerbit : PT Intisari Jelajah Ilmu